Untuk melakukan instalasi listrik tenaga surya (PLTS) sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri tanpa tenaga ahli.  Untuk langkah awal instalasi listrik tenaga surya diperlukan beberapa komponen. Komponen tersebut antara lain:

  1. Panel surya/ solar cells
  2. Controller
  3. Inverter
  4. Battery

Sebelum melakukan instalasi tentunya anda harus tahu fungsi dari komponen-komponen yang sudah saya sebutkan diatas. Sehingga akan lebih memudahkan dalam melakukan instalasi listrik tenaga surya (PLTS).

1. Panel Surya/Solar Cells

Panel surya adalah alat yang dipasang dibagian atas.  Fungsinya untuk  merubah tenaga matahari menjadi listrik.  Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun).

Jenis- jenis panel surya

Polikristal (Poly-crystalline)
Merupakan panel surya yang memiliki susunan kristal acak. Type Polikristal memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama, akan tetapi dapat menghasilkan listrik pada saat mendung.

Monokristal (Mono-crystalline)
Merupakan panel yang paling efisien, menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan.

2. Controller

integrated dengan Box Batere, merupakan perangkat elektronik berbentuk kotak yang mengatur aliran listrik dari Modul Surya ke Batere/Accu dan aliran listrik dari Batere/Accu ke Lampu, TV atau Radio/Tape anda.Charge-Discharge pengontrol melindungi baterei dari pengisian berlebihan dan melindungi dari korsleting atau pengiriman muatan arus berlebih ke input terminal. Alat ini juga mempunyai beberapa indikator yang akan memberikan kemudahan kepada pengguna PLTS dengan memberikan informasi mengenai kondisi baterai sehingga pengguna PLTS dapat mengendalikan konsumsi energi menurut ketersediaan listrik yang terdapat didalam baterai. Selain itu terdapat 3 indikator lainnya yang mengimformasikan status pengisian, adanya muatan berlebih dan pengisian otomatis pada saat baterai kosong.

3. Inverter

INVERTER merupakan rangkaian ELEKTRONIK yang di gunakan untuk mengubah arus DC (Direct curent) menjadi arus AC (alternating curent).INVERTER dapat di gunakan pada berbagai macam jenis paralatan elektronika mulai dari laptop,komputer,tv,mesin fax,play station,dll.dan juga dapat di gunakan untuk sebagai back up energy bila terjadi pemadaman di suatu aerah oleh pihak PLN. Selain dari fungsi di atas,INVERTER juga banyak kegunaan lainya,yaitu;dapat di aplikasikan dengan PLTS(pembangkit listrik tenaga surya),PLTA(pembangkit listrik tenaga air atau angin/bayu),atau pun jenis pembangkit listrik alternatif lainya.

4.  Baterai

Baterai, adalah perangkat kimia untuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.

Untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan dengan bantuan diagram untuk instalasi listrik tenaga surya. Pada  diagram pembangkit listrik tenaga surya dibawah,  beberapa panel surya di paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner pada gambar dibawah menghubungkan kaki positif panel surya satu dengan panel surya lainnya. Kaki/ kutub negatif panel satu dan lainnya juga dihubungkan. Ujung kaki positif panel surya dihubungkan ke kaki positif charge controller, dan kaki negatif panel surya dihubungkan ke kaki negatif charge controller. Tegangan panel surya yang dihasilkan akan digunakan oleh charge controller untuk mengisi baterai. Untuk menghidupkan beban perangkat AC (alternating current) seperti Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai disupply oleh inverter.

sumber: http://www.panelsurya.com